Kriteria Benih Bermutu dan Benih Unggul

| April 19, 2015 | 0 Comments

 

benih tanaman

Benih merupakan salah satu faktor paling mahal, dan paling penting yang mempengaruhi potensi hasil. Kualitas benih ditentukan oleh perkecambahan dan analisis kemurnian. Secara hukum, semua bibit tanaman harus diberi label untuk persen perkecambahan, benih tanaman, benih gulma dan kandungan bahan inert, dan tanggal pengujian perkecambahan. Membeli bibit akan lebih baik pada dealer benih terkemuka yang memiliki pembersihan penanganan tepat dan fasilitas penyimpanan. Benih tanaman berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, terutama benih kemurnian dan perkecambahan. Namun, banyak faktor lain seperti berbagai kehadiran benih-penyakit yang ditularkan, vigor benih, dan ukuran biji yang penting ketika mempertimbangkan pembelian benih.

Kemurnian benih ditentukan oleh jumlah material yang tidak diinginkan hadir dalam benih murni. Kontaminan seperti biji gulma berbahaya, biji tanaman yang tidak diinginkan atau bahan lembam tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga secara substansial mengurangi kualitas dan kuantitas panen. Jika membeli benih yang belum benar, dikondisikan untuk menghilangkan benih gulma yang tidak diinginkan, termasuk dalam pengambilan keputusan pemakaian herbisida untuk mengendalikan gulma berbahaya yang semuanya akan meningkatkan biaya produksi.

Benih tes perkecambahan untuk menilai kemampuan benih dalam menghasilkan tanaman yang sehat ketika ditempatkan dibawah kondisi lingkungan yang menguntungkan. Tes perkecambahan dilakukan untuk jangka waktu yang ditentukan dalam kondisi laboratorium yang menjamin kelembapan suhu, optimum dan cahaya. Sayangnya, kondisi ini jarang ditemui di lapangan, dan munculnya lapangan dapat berlebihan oleh tes perkecambahan standar. Sayangnya, kondisi ini jarang ditemui di lapangan, dan kemunculannya dilapangan dapat melebihi tes perkecambahan standar yang telah dilakukan. Benih merupakan sarana produksi utama dalam budidaya tanaman karena dengan benih bermutu dapat meningkatkan produksi. Benih bermutu secara ekonomi memberi nilai tambah/manfaat bagi masyarakat/petani. Berdasarkan Undang-undang No. 12 tahun 1992, benih bermutu mempunyai ciri sebagai berikut :

1.     Produktivitasnya tinggi, yaitu varietas/klon mempunyai produksi yang tinggi, artinya gap antara produksi yang diperoleh pada lingkungan pengujian sebelum varietas/klon tersebut dirilis dengan lingkungan pertanaman luas atau di masyarakat rendah,

2.     Pertumbuhan seragam, yaitu pertumbuhan antar satu tanaman dalam suatu pertanaman sama, baik dari aspek tinggi tanaman, diameter batang, perkembangan kanopi, dan produktivitas.

3.     Mutu genetisnya tinggi, yaitu struktur gen dalam kromosom sama pada setiap tanaman dalam klon/varietas tersebut. Misalnya pada tanaman pala dengan varietas Banda.

Dalam menetapkan suatu biji dikategorikan sebagai benih bermutu dan mempunyai nilai ekonomi diwajibkan melakukan pengujian berdasarkan PP No. 44 Tahun 1995, yaitu sebagai berikut :

1. Uji kadar air, yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui kadar air suatu benih, dengan metode oven. Hal tersebut dilakukan untuk tujuan penyimpanan/pengiriman,

2. Uji daya tumbuh, yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui persentase tumbuh benih yang dijadikan sebagai benih untuk tujuan budidaya dan pelabelan,

3. Uji kemurnian, yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui persentase benih secara genetik yang terkandung dalam suatu benih yang akan digunakan untuk budidaya maupun untuk tujuan pelabelan,

4. Uji campuran dari varietas lain, yaitu untuk mengetahui benih varietas lain yang terdapat dalam benih yang akan digunakan dalam budidaya, tujuannya agar diperoleh keseragaman benih,

5. Uji kompatabilitas benih (keseragaman), yaitu uji keserempakan tumbuh dan keseragaman benih,

6. Uji heterogenitas, uji yang dilakukan untuk mengetahui keseragaman besar dan ukuran biji dari setiap benih,

7. Uji tetrazolium, uji yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan benih dalam rangka daya kecambah dan dilakukan secara kimia,

8. Uji kesehatan benih, yaitu uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah benih tersebut terbebas dari patogen yang akan membahayakan pertumbuhan.

Dalam pengelolaan benih agar bernilai ekonomi dan menguntungkan, maka dikenal ada dua aspek, yaitu :

1. Biji bermutu, yaitu benih dari varietas benar dan murni, mempunyai mutu genetis, fisiologis, dan mutu fisik yang tinggi sesuai dengan standar mutu di kelasnya,

2. Standar mutu benih, yaitu spesifikasi benih yang mencakup fisik, genetis, fisiologis, dan kesehatan benih yang dibakukan dan merupakan konsensus semua pihak yang terkait.

Program perbenihan yang terarah untuk mendukung usaha budidaya tanaman diarahkan pada dua aspek, yaitu :

1.     Pengadaan, pengaturan penyaluran benih bermutu yang tinggi yang sifat genetisnya seragam serta tepat waktu sampai ke konsumen (jumlah yang cukup),

2.     Pengontrolan mutu.

 

Menurut Kamil (1991), bahwa syarat umum dalam pengembangan perbenihan agar diperoleh mutu ekonomi benih yang tinggi, adalah sebagai berikut :

1.     Daya kecambah, minimal 80 %, artinya benih yang tumbuh dari benih yang ditanam minimal 80 persen. Hal tersebut ditetapkan guna menghindari penggunaan benih yang banyak, sehingga dapat meningkatkan biaya produksi,

2.     Benih murni, minimal 95 %, artinya benih yang ada pada setiap varietas/klon terdapat pada varietas/klon yang sama. Hal tersebut dilakukan guna menghindari ketidakseragaman pertumbuhan dan ketahanan terhadap hama/penyakit yang akhirnya menyebabkan produksi menurun,

3.     Benih dari varietas lain, maksimal 5 %, artinya benih murni dari varietas/klon yang sama,

4.     Kotoran, maksimal 3 %, artinya benda asing dan lainnya seperti ranting, krikil, dan benda asing lainnya tidak ada,

5.     Benih dari rumputan, maksimal 2 %, artinya bila benih terdapat batu, campuran benih dengan gulma, maka akan menyulitkan pemeliharaan dan keseragaman pertumbuhan karena dalam pertumbuhan tanaman tersebut terjadi kompetisi antara gulma dan tanaman utama yang akhirnya dapat menurunkan tingkat produksi.

Teknologi perbenihan menjaga kita agar tidak tertipu oleh kenampakan benih dari luar. Berbagai metode pengujian mutu benih yang ada saat ini terus berkembang, sehingga didapatkan benih yang lebih bermutu dan dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan/kebijakan. Sebagai contoh, salah satu syarat benih untuk dapat diedarkan adalah benih tersebut mempunyai daya berkecambah minimal. Hasil pengujian akan dijadikan dasar apakah suatu lot benih tersebut layak untuk diedarkan atau tidak. Benih yang benar sangat menggambarkan “kejujuran” dari suatu proses dan hasil kerja dari penangkar benih. Nilai kejujuran ini akan terinterpretasi menjadi benih yang baik dan benar yang sudah tentu membuat konsumen benih tidak akan merasa tertipu oleh kenampakan benih dari luar. Kedepan, tantangan peningkatan produksi, seperti produktivitas dan kualitas hasil pertanian semakin meningkat. Oleh karena itu, diharapkan penangkar benih dapat menghasilkan benih yang bermutu, dan konsumen benih dapat menggunakan benih tanaman tersebut, sehingga produktivitas dan kualitas hasil pertanian akan semakin meningkat.

sumber : ditjenbun.pertanian.go.id

Incoming benih-tanaman.com:

  • kriteria benih bermutu secara fisiologi adalah
  • benih yang bermutu memiliki kriteria
  • syarat bibit unggul
  • syarat benih unggul
  • kriteria benih
  • benih
  • kriteria bibit unggul
  • benih cabe klon
  • kriteria benih yang baik
  • kriteria dari benih unggul pertanian adalah
Share benih-tanaman.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tags: , , , , , , ,

Category: Uncategorized

About the Author ()

Leave a Reply